hre2mWE1B8yril0Md73vZpJvdvZFTOsCNrt4TLpt
Bookmark

KPA Papua Tengah Siapkan Tiga Program, Perkuat Pencegahan HIV/AIDS

 

Ketua KPA Papua Tengah yang baru, Freny Anouw (kemeja kotak hitam putih) saat memberikan keterangan pers kepada wartawan. (Foto: ceposonline.com/Theresia F Tekege)

NABIRE, KPA-Papua-Tengah…| Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua Tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat penanganan HIV/AIDS melalui sosialisasi publik, pendataan, dan pemeriksaan berkala. Rencana tersebut disampaikan Ketua KPA Papua Tengah, Freny Anouw, dalam konferensi pers di Nabire, Selasa (29/4/2025), sebagaimana diberitakan Papuapos Nabire pada tanggal yang sama.

Program yang direncanakan meliputi penyebaran informasi melalui media massa, sosialisasi ke sekolah dan gereja, serta kegiatan edukasi di tempat hiburan. KPA juga merencanakan pembentukan tim khusus untuk memeriksa dan memperbarui pendataan masyarakat yang teridentifikasi dalam program penanganan HIV/AIDS.

Ketua KPA Papua Tengah, Freny Anouw, mengatakan bahwa pelaksanaan program tersebut mengacu pada arahan Gubernur Papua Tengah. Ia menegaskan bahwa,

“Saya siap untuk menjalankan tugas, kami sudah dapat SK dari Provinsi Papua Tengah. Kami juga akan membenahi program-program selama ini yang tidak berjalan secara efektif dan maksimal,” sebagaimana dikutip Papuapos Nabire.

Selain sosialisasi dan pendataan, KPA merencanakan pemeriksaan secara berkala dalam rentang satu hingga tiga bulan. Pelaksanaannya perlu dikoordinasikan dengan layanan kesehatan agar pemeriksaan berlangsung sesuai prosedur medis serta menjaga kerahasiaan dan hak masyarakat.

Anouw juga menyebutkan bahwa KPA telah memiliki rumah singgah di Kabupaten Nabire dan Timika. Keberadaan fasilitas tersebut dapat mendukung pendampingan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan terkait HIV/AIDS.

Rencana ini menunjukkan bahwa penanggulangan HIV/AIDS tidak cukup dilakukan melalui penyampaian informasi semata. Upaya tersebut perlu didukung layanan pemeriksaan yang mudah dijangkau, akses pengobatan, pendampingan berkelanjutan, serta edukasi untuk mencegah stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV.

freny juga menegaskan bahwa Ke depan, pelaksanaan program KPA Papua Tengah akan kami evaluasi bila perlu berdasarkan hasil yang terukur, antara lain jumlah kegiatan edukasi, jangkauan masyarakat, akses pemeriksaan, dan keterhubungan orang yang membutuhkan dengan layanan pengobatan.

“Evaluasi tersebut penting agar program-program tidak berhenti pada tahap perencanaan, tetapi menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat Papua Tengah.” tutupnya.

Program yang direncanakan meliputi penyebaran informasi melalui media massa, sosialisasi ke sekolah dan gereja, serta kegiatan edukasi di tempat hiburan.

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar