hre2mWE1B8yril0Md73vZpJvdvZFTOsCNrt4TLpt
Bookmark

KPA Papua Tengah Desak Pemkab Nabire Tertibkan Prostitusi Online dan Peredaran Miras

 

Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua Tengah, Freny Anouw. (Foto: Kristin Rejang/sasagupapua.com).
NABIRE_KPA-Papua-Tengah…|Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua Tengah mendesak Pemerintah Kabupaten Nabire memperketat pengawasan tempat penginapan, praktik prostitusi daring, dan peredaran minuman keras (miras). desakan tersebut disampaikan menyusul kekhawatiran terhadap tingginya kasus HIV serta risiko sosial dan kesehatan yang dihadapi masyarakat, khususnya generasi muda.

Dalam laporan [Sasagu Papuaberjudul “KPA Papua Tengah Soroti Maraknya Prostitusi Online dan Miras diNabire”], Ketua KPA Provinsi Papua Tengah, Freny Anouw, mengungkapkan bahwa Kabupaten Nabire menghadapi persoalan serius terkait dugaan maraknya prostitusi yang menggunakan aplikasi daring, bertambahnya tempat penginapan, serta penjualan minuman beralkohol.

Saat diwawancarai di ruang kerjanya pada Senin, 6 Juli 2026, Freny menyebut jumlah kasus HIV di Nabire telah mencapai sekitar 10.000 kasus. Ia juga menyoroti dugaan lemahnya pengawasan terhadap sejumlah lokasi yang dinilai berpotensi disalahgunakan.

“Di Nabire ini, aplikasi prostitusi online (MiChat) semakin hari semakin marak. Tempat-tempat prostitusi, homestay, serta tempat penjualan minuman keras (miras) jumlahnya terus bertambah,” ujar Freny, sebagaimana dikutip Sasagu Papua.

Menurut Freny, persoalan tersebut perlu ditangani secara serius melalui pengawasan perizinan, penertiban tempat usaha, serta koordinasi antara lembaga. Ia meminta pemerintah Daerah mengevaluasi izin usaha agar kegiatan usaha yang berlangsung di lapangan sesuai dengan peruntukan dan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, Freny menyoroti belum optimalnya fungsi KPA Kabupaten Nabire akibat pergantian kepengurusan yang berulang. kondisi tersebut, menurutnya, menyulitkan koordinasi antara KPA tingkat Provinsi dan Kabupaten dalam menjalankan program pencegahan HIV/AIDS.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Nabire segera mengaktifkan kembali kepengurusan KPA Kabupaten atau menetapkan pengurus baru agar kegiatan pencegahan, edukasi, dan pendampingan masyarakat dapat berjalan lebih efektif.

“Kami dari KPA Provinsi selalu terbuka untuk berkolaborasi dan membantu kabupaten,” kata Freny dalam laporan tersebut.

Freny juga meminta Pemerintah Daerah meninjau kembali perizinan tempat penjualan minuman keras dan penginapan, termasuk memastikan penerapan aturan zonasi serta pengawasan lapangan. Ia menilai pengawasan yang konsisten diperlukan agar izin usaha tidak disalahgunakan dan penindakan dapat dilakukan sesuai ketentuan.

di sisi lain, persoalan HIV/AIDS membutuhkan pendekatan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan. alkohol bukan penyebab langsung infeksi HIV, tetapi konsumsi alkohol yang berisiko dalam situasi seksual dapat meningkatkan kemungkinan seseorang melakukan hubungan seksual tanpa perlindungan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan pentingnya pemeriksaan HIV, penggunaan kondom secara benar dan konsisten, serta akses terhadap pengobatan antiretroviral bagi orang yang hidup dengan HIV. Informasi tersebut dapat dibaca melalui [lembar faktaHIV/AIDS WHO].

Karena itu, upaya penanganan di Nabire perlu dilakukan secara terpadu. Pemerintah Daerah, KPA, fasilitas kesehatan, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat dapat bekerja sama memperkuat edukasi, memperluas akses pemeriksaan HIV, serta memastikan warga memperoleh layanan kesehatan tanpa stigma dan diskriminasi.

Freny menegaskan bahwa desakan tersebut disampaikan demi melindungi masyarakat, bukan untuk menjatuhkan pihak tertentu. Ia berharap Pemerintah Daerah segera mengambil langkah nyata melalui evaluasi perizinan, pengawasan berkala, dan penguatan koordinasi penanggulangan HIV/AIDS.

dengan pengawasan yang lebih terarah dan layanan kesehatan yang mudah diakses, penanganan persoalan sosial dan risiko penularan HIV di Nabire diharapkan dapat berjalan lebih efektif, sekaligus melindungi generasi muda di Papua Tengah.

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar