Kasus HIV/AIDS di Papua Tengah Capai 24.777, KPA Dorong Pemeriksaan Dini dan Pengobatan
![]() |
| Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Papua Tengah, Frenny Anouw. (Foto: Kristin Rejang/sasagupapua.com) |
sebagaimana dilansir oleh [Sasagu papua.com,] Ketua Komisi Penanggulangan
AIDS (KPA) Provinsi Papua Tengah, Freny Anouw, mengatakan peningkatan jumlah
kasus yang tercatat tidak serta-merta menunjukkan bahwa penularan HIV/AIDS
meningkat. Menurutnya, bertambahnya temuan kasus juga berkaitan dengan meningkatnya
kesadaran masyarakat untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.
Dalam keterangannya kepada [Sasagu Papua.com] pada Selasa, 16 Juni 2026,
Freny menjelaskan
“penguatan KPA di tingkat kabupaten serta keterlibatan
yayasan yang bergerak di bidang penanggulangan HIV/AIDS turut mendorong
masyarakat agar lebih berani memeriksakan diri”. ujar frenny
Ia menilai pemeriksaan dini penting untuk mengetahui status
kesehatan masyarakat, memperbaiki pendataan, serta membantu pemerintah
menentukan langkah penanganan yang sesuai.
Berdasarkan data yang dipaparkan, jumlah temuan kasus
tahunan di Papua Tengah meningkat dari 1.300 kasus pada 2023 menjadi 1.591
kasus pada 2024, kemudian mencapai 1.909 kasus pada 2025.
Kabupaten Nabire mencatat jumlah temuan tahunan tertinggi
dalam data tersebut, yakni 1.005 kasus pada 2025. Sementara itu, Kabupaten
Mimika mencatat 489 kasus dan Kabupaten Paniai sebanyak 238 kasus pada tahun
yang sama.
Dari total kasus kumulatif, sebanyak 17.940 orang dengan HIV
diketahui masih hidup dan mengetahui status kesehatannya. Sebanyak 3.582 orang
tercatat sedang menjalani terapi antiretroviral (ARV), yaitu pengobatan yang
digunakan untuk menekan perkembangan virus HIV.
Selain itu, upaya pencegahan juga dilakukan melalui
pemeriksaan terhadap ibu hamil. Sepanjang 2025, sebanyak 10.811 ibu hamil telah
menjalani tes HIV. Dari jumlah tersebut, 116 orang diketahui positif HIV dan 76
orang di antaranya telah memulai terapi ARV.
![]() |
| data kasus HIV/AIDS dari dinas kesehatan provinsi papua tengah foto: sasagupapua.com |
“kita perlu ada kajian ilmiah mendalam terhadap klaim kesembuhan HIV/AIDS menggunakan ramuan tradisional agar masyarakat ini tidak salah memahami kondisi kesehatannya atau menghentikan pengobatan yang sedang dijalani.” jelasnya
Melalui penguatan pemeriksaan dini, pendataan, edukasi, dan akses pengobatan, KPA bersama pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan penanganan HIV/AIDS di Papua Tengah. Masyarakat yang memiliki risiko penularan diimbau memeriksakan diri di fasilitas kesehatan dan berkonsultasi dengan tenaga medis

