hre2mWE1B8yril0Md73vZpJvdvZFTOsCNrt4TLpt
Bookmark

Kasus HIV/AIDS di Papua Tengah Capai 24.777, KPA Dorong Pemeriksaan Dini dan Pengobatan

 

Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Papua Tengah, Frenny Anouw. (Foto: Kristin Rejang/sasagupapua.com)
Nabire, KPA-Papua-Tengah…| Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Papua Tengah mencatat sebanyak 24.777 kasus HIV/AIDS secara kumulatif sejak 1998 hingga Desember 2025. Data tersebut dirilis pada Januari 2026 dan menunjukkan peningkatan dibandingkan angka sebelumnya yang berada di kisaran 23.800 kasus.

sebagaimana dilansir oleh [Sasagu papua.com,] Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua Tengah, Freny Anouw, mengatakan peningkatan jumlah kasus yang tercatat tidak serta-merta menunjukkan bahwa penularan HIV/AIDS meningkat. Menurutnya, bertambahnya temuan kasus juga berkaitan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Dalam keterangannya kepada [Sasagu Papua.com] pada Selasa, 16 Juni 2026, Freny menjelaskan

“penguatan KPA di tingkat kabupaten serta keterlibatan yayasan yang bergerak di bidang penanggulangan HIV/AIDS turut mendorong masyarakat agar lebih berani memeriksakan diri”. ujar frenny

Ia menilai pemeriksaan dini penting untuk mengetahui status kesehatan masyarakat, memperbaiki pendataan, serta membantu pemerintah menentukan langkah penanganan yang sesuai.

Berdasarkan data yang dipaparkan, jumlah temuan kasus tahunan di Papua Tengah meningkat dari 1.300 kasus pada 2023 menjadi 1.591 kasus pada 2024, kemudian mencapai 1.909 kasus pada 2025.

Kabupaten Nabire mencatat jumlah temuan tahunan tertinggi dalam data tersebut, yakni 1.005 kasus pada 2025. Sementara itu, Kabupaten Mimika mencatat 489 kasus dan Kabupaten Paniai sebanyak 238 kasus pada tahun yang sama.

Dari total kasus kumulatif, sebanyak 17.940 orang dengan HIV diketahui masih hidup dan mengetahui status kesehatannya. Sebanyak 3.582 orang tercatat sedang menjalani terapi antiretroviral (ARV), yaitu pengobatan yang digunakan untuk menekan perkembangan virus HIV.

Selain itu, upaya pencegahan juga dilakukan melalui pemeriksaan terhadap ibu hamil. Sepanjang 2025, sebanyak 10.811 ibu hamil telah menjalani tes HIV. Dari jumlah tersebut, 116 orang diketahui positif HIV dan 76 orang di antaranya telah memulai terapi ARV.

data kasus HIV/AIDS dari dinas kesehatan provinsi papua tengah foto: sasagupapua.com 
KPA Papua Tengah juga menyoroti pentingnya edukasi kesehatan untuk mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV. Masyarakat diimbau tidak takut menjalani pemeriksaan dan mengikuti pengobatan sesuai arahan tenaga kesehatan.

“kita perlu ada kajian ilmiah mendalam terhadap klaim kesembuhan HIV/AIDS menggunakan ramuan tradisional agar masyarakat ini tidak salah memahami kondisi kesehatannya atau menghentikan pengobatan yang sedang dijalani.” jelasnya

Melalui penguatan pemeriksaan dini, pendataan, edukasi, dan akses pengobatan, KPA bersama pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan penanganan HIV/AIDS di Papua Tengah. Masyarakat yang memiliki risiko penularan diimbau memeriksakan diri di fasilitas kesehatan dan berkonsultasi dengan tenaga medis

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar